
RealEstat.id (Bogor) – Meskipun wacana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Jonggol di akhir dekade 1990-an gagal total, namun koridor timur Cibubur, tetap menjadi magnet investasi properti.
Pembangunan infrastruktur jalan tol yang masif, terutama beroperasinya Tol Cimanggis–Cibitung sejak pertengahan 2024, mendorong pertumbuhan pesat koridor timur Cibubur, khususnya Cileungsi.
Jalan tol sepanjang 26 KM ini digadang menjadi katalis pengembangan kawasan residensial dan komersial, serta memperkuat posisi Cileungsi sebagai pusat pertumbuhan baru di wilayah penyangga Jakarta.
Tol Cimanggis–Cibitung membentang melintasi empat wilayah penyangga Jakarta, yaitu Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi (Cibitung).
Empat gerbang di ruas tol tersebut terletak di koridor timur Cibubur, yakni mencakup Jatikarya, Nagrak, Narogong, dan Burangkeng.
Baca Juga: Terkoneksi Tol JORR 2, Metland Transyogi Cibubur Makin Prospektif
Pengamat properti Anton Sitorus, mengungkapkan bahwa koridor timur Cibubur kini menjadi kawasan sunrise property paling menjanjikan di wilayah penyangga Jakarta, seiring beroperasinya Tol Cimanggis–Cibitung.
Menurutnya, kehadiran tol ini menyempurnakan konektivitas jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 yang kini terhubung secara penuh dari Cengkareng, Kunciran, Serpong, Cinere, Jagorawi, Cimanggis, Cibitung, hingga Cilincing.
Head of Research & Consulting CBRE ini menuturkan, Tol Cimanggis–Cibitung membuat koridor timur Cibubur semakin terintegrasi, bukan hanya dengan kota-kota satelit di barat Jakarta seperti Serpong, BSD City, dan Alam Sutera, tetapi juga langsung terhubung dengan kawasan industri terbesar di Asia Tenggara di timur Jakarta.
“Tol ini menciptakan akses antarwilayah penyangga tanpa perlu melewati pusat kota Jakarta,” ujar Anton dalam diskusi media bertema “Potensi Investasi Properti di Koridor Timur Cibubur” yang digelar Indonesia Housing Creative Forum di Ballroom Metropolitan Mall Cileungsi, Rabu (16/7/2025).
Akses menuju kawasan industri di timur Jakarta seperti Cibitung, Cikarang, Karawang, Subang, hingga Purwakarta semakin terbuka lebar dengan segera selesainya pembangunan Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan, yang akan menghubungkan Jakarta hingga Sadang (Purwakarta).
Salah satu pintu tolnya terletak di Burangkeng (Jalan Setu), memungkinkan koneksi langsung ke tiga ruas tol utama: JORR 1, JORR 2, dan Tol Purwakarta–Bandung–Cileunyi (Padaleunyi).
Baca Juga: Gapura Prima Hadirkan Botanica Cibubur, Perumahan Premium dengan Harga Terjangkau
Dengan dukungan infrastruktur tol yang semakin lengkap, Anton menjelaskan bahwa Cileungsi kini berada di posisi strategis sebagai penghubung antara kawasan kota mandiri besar di barat dan kawasan industri terbesar di timur Jakarta.
“Kondisi ini mempercepat pertumbuhan koridor timur Cibubur, khususnya untuk pengembangan properti residensial dan komersial,” jelas Anton Sitorus, menambahkan.
Selain itu, imbuhnya, kodidor timur Cibubur ini juga memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kota mandiri.
“Hal ini terlihat dari maraknya pembangunan proyek properti berskala menengah hingga besar oleh sejumlah pengembang nasional ternama seperti Sinar Mas Land, Metland, Ciputra Group, Pesona Kahuripan Group, Greenwoods, dan lainnya,” katanya.
Di samping itu, kenaikan harga tanah pun cukup signifikan, terutama di area yang berdekatan dengan akses tol, yang turut mendorong munculnya berbagai proyek properti baru di sekitarnya.
“Dengan lokasi yang strategis, kawasan ini sangat ideal baik untuk hunian para pekerja industri maupun bagi investor yang ingin mengembangkan properti komersial seperti gudang, ruko, dan lainnya,” jelas Anton.
Baca Juga: Hadirkan Konsep ‘American Classic’, Metland Transyogi Rilis Klaster Walden
City of Cileungsi, The New BSD
Sejumlah pengembang yang tengah membangun proyek properti di koridor timur Cibubur, khususnya Cileungsi, menyatakan optimisme bahwa kawasan ini akan terus berkembang pesat berkat dukungan akses tol yang semakin baik.
General Manager Metland Transyogi, Ronnie Erlangga, menyebutkan bahwa Metland berkomitmen mendorong terbentuknya City of Cileungsi.
Selain akses jalan tol yang kian terintegrasi, kawasan Metland Transyogi juga telah dilengkapi berbagai fasilitas kota, mulai dari mal, apartemen, hotel, area komersial, rumah sakit, pusat kuliner dan gaya hidup, hingga fasilitas pendidikan yang lengkap.
“Kami akan lebih memfokuskan pengembangan di Metland Transyogi sebagai pusat hunian sekaligus kawasan bisnis. Fasilitas kotanya sudah memadai, bahkan akan terus kami lengkapi,” ujarnya.
Ronnie menambahkan bahwa saat ini Metland Transyogi tengah mengembangkan beberapa klaster hunian dengan harga rumah di atas Rp1 miliar.
Mayoritas pembelinya berasal dari kalangan menengah yang sebelumnya tinggal di Jakarta Timur, dan kini mencari hunian dengan lahan lebih luas serta lingkungan yang lebih asri.
Baca Juga: Akuisisi Suryamas Dutamakmur, Sinar Mas Land Kini Miliki Tiga Perumahan Besar
Direktur Utama Pesona Kahuripan Group, Angga Budi Kusuma, memproyeksikan bahwa dalam tiga atau empat tahun ke depan, Cileungsi akan tumbuh menjadi kota yang tak kalah maju dibanding sisi barat Cibubur saat ini.
“Tak hanya itu, saya juga melihat potensi besar yang dimiliki kawasan ini menjadikannya peluang emas untuk investasi properti,” tuturnya.
Dia menambahkan, pertumbuhan Cileungsi sebagai kawasan paling dinamis di koridor timur Cibubur sangat luar biasa. Pasalnya, seluruh fasilitas penunjang kehidupan perkotaan sudah tersedia di sini.
“Perlu diingat juga, pesatnya perkembangan ini tak lepas dari peran aktif para pengembang besar, sehingga pengembang-pengembang kecil bisa turut menikmati fasilitas yang tersedia,” imbuh Angga Budi Kusuma.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa sebuah proyek properti yang sukses bisa membuka dan meningkatkan potensi ekonomi sebuah kawasan.
“Saya ini orang Bekasi. Saya melihat sendiri bagaimana kesuksesan proyek Mall Metropolitan Bekasi yang membuka peluang ekonomi di kawasan tersebut,” urai Angga.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-10, Pesona Kahuripan Group Gelar Grand Launching Pesona Kahuripan 9
Hal senada disampaikan oleh Sri Haryadi, General Manager Citaville Cibubur, proyek yang dikembangkan oleh Greenwoods Group.
Menurutnya, Greenwoods Group sebagai boutique developer selalu memilih lokasi strategis dan berpotensi tinggi, salah satunya adalah koridor timur Cibubur, khususnya Cileungsi, yang kini semakin dilirik oleh pengembang besar nasional.
“Citaville Cibubur kami kembangkan di lokasi yang sangat strategis, diapit oleh proyek-proyek besar lainnya. Kami juga melihat kehadiran Tol Cimanggis–Cibitung sebagai peluang besar, terutama untuk pengembangan hunian,” jelas Sri Haryadi.
Dia bahkan menyebut Cileungsi berpotensi menjadi “The New BSD”. Sebagai perbandingan, pada tahun 2005 BSD hanya memiliki dua akses tol, namun setelah bertambahnya infrastruktur tol, pertumbuhan BSD melesat cepat menjadi salah satu kota mandiri paling maju di barat Jakarta.
Dalam empat atau lima tahun ke depan, seiring bertambahnya akses tol di Cileungsi, peta pembangunan koridor timur Cibubur akan berubah signifikan.
“Banyak pengembang kini mulai melihat bahwa wilayah ini akan berkembang menjadi Kota Cileungsi,” tuturnya.
Baca Juga: Dihadiri Mendikdasmen, Sekolah Bakti Mulya 400 Cibubur Resmi Dibuka
Perlu Dukungan Pemerintah
Kendati perkembangan Cileungsi dan koridor timur Cibubur sangat pesat, kemajuan ini tetap membutuhkan dukungan infrastruktur penunjang lainnya, terutama moda transportasi massal.
Anton Sitorus menekankan pentingnya kehadiran transportasi publik berbasis transit oriented development (TOD) di kawasan yang memiliki potensi besar dan populasi kelas menengah produktif yang terus bertumbuh.
Ia menilai bahwa pemerintah perlu segera merealisasikan fasilitas transportasi massal seperti KRL, LRT, atau bahkan MRT di kawasan ini.
“Pemerintah harus peka terhadap kebutuhan ini, karena koridor timur Cibubur sedang mengalami lonjakan pengembangan hunian,” terang Anton.
Menurutnya, ini adalah momentum yang kuat, dan akan terus meningkat seiring pertumbuhan populasi, sehingga perlu ada masterplan kota yang terintegrasi, termasuk koordinasi perizinan antar kabupaten/kota di kawasan ini.
Dia berharap, pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri, karena justru akan menghambat perkembangan kawasan secara keseluruhan.
Baca Juga: Catat! Metland Transyogi Akan Jadi Pusat Kegiatan Komersial di Kawasan Cileungsi
“Dengan potensi populasi dan infrastruktur yang ada, koridor timur Cibubur sangat layak menjadi kota satelit baru,” jelas Anton.
Ronnie Erlangga juga menyoroti kondisi Jalan Transyogi yang menjadi akses utama wilayah ini, namun masih relatif sempit dibanding sisi barat.
“Di kawasan ini perlu pelebaran jalan, agar aktivitas ekonomi dapat tumbuh lebih optimal. Tanpa dukungan pemerintah, pengembangan kawasan sulit berjalan maksimal,” ungkapnya.
Sependapat dengan Ronnie, Angga Budi Kusuma mengatakan, koridor timur Cibubur perlu dukungan dari pemerintah dalam hal infrastruktur, penataan ruang, dan yang tak kalah penting: percepatan perizinan.
“Jika proses perizinan lebih efisien, hal ini akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan daerah dan mendorong percepatan pembangunan kota,” ujarnya.
Hal senada juga dilontarkan Sri Haryadi. Menurutnya, pertumbuhan pesat di koridor timur Cibubur, khususnya Cileungsi, harus diiringi dengan perencanaan tata ruang yang matang.
“Tanpa perencanaan yang terkoordinasi dengan baik, risiko terbentuknya kota yang gagal akan semakin besar,” tutupnya.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News