Beranda Hukum & Regulasi BP Tapera dan Mitra Strategis Dorong Akselerasi Program 3 Juta Rumah

BP Tapera dan Mitra Strategis Dorong Akselerasi Program 3 Juta Rumah

Untuk mewujudkan Program 3 Juta Rumah, diperlukan kolaborasi antar lembaga guna mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya serta menggabungkan keahlian dan pengalaman dalam menghadapi tantangan di era modern.

618
0
sarasehan bp tapera program 3 juta rumah sinergi realestat.id dok
Sarasehan BP Tapera yang digelar Kamis, 17 Juli 2025. (Foto: Istimewa)
Google search engine

RealEstat.id (Jakarta) – Penyediaan hunian yang layak dan terjangkau menjadi salah satu prioritas strategis nasional guna mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Untuk mewujudkan Program 3 Juta Rumah, diperlukan sinergi dan kolaborasi antar lembaga guna mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya serta menggabungkan berbagai keahlian dan pengalaman dalam menghadapi tantangan pembangunan era modern.

Pasalnya, ketersediaan hunian yang memadai tidak hanya berpengaruh pada aspek fisik, tetapi juga berperan penting dalam menjaga stabilitas sosial ekonomi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Seiring dengan perkembangan kebijakan nasional dan percepatan pembangunan di tingkat daerah, peran Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama para mitra kerja—termasuk Kementerian/Lembaga, BUMN, BUMD, serta Corporate Secretary Bank Penyalur FLPP di bidang kehumasan—menjadi sangat strategis.

Baca Juga: Realisasi Rumah Subsidi 2025 Tembus 129.773 Unit, Target KPR FLPP Tahun Diyakini Tercapai!

Mereka berperan penting dalam mendukung penyampaian informasi, memperkuat jejaring, dan menerapkan strategi komunikasi yang efektif.

Kontribusi ini dinilai krusial dalam membangun narasi positif serta menyebarluaskan informasi mengenai program prioritas kepada seluruh lapisan masyarakat.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan sarasehan yang diselenggarakan BP Tapera di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis (17/7/2025).

Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho; Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan, Sri Haryati; Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Digital, Molly Prabawaty; Pakar Komunikasi Publik, Henny Hariani; serta Subsidized Mortgage Division Head BTN, Dedy Lesmana.

Baca Juga: Resmi, Nobu Jadi Bank ke-40 Penyalur KPR FLPP Tahun 2025

Dalam sambutannya, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menyampaikan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo telah menetapkan sektor perumahan sebagai salah satu bagian dari Asta Cita, yang diwujudkan melalui Program 3 Juta Rumah.

Menurutnya, BP Tapera berkepentingan dan berkomitmen menjadi bagian integral dari upaya pemerintah dalam menyukseskan program strategis nasional ini.

“Hingga 16 Juli 2025, BP Tapera telah menyalurkan bantuan pembiayaan FLPP untuk 129.773 unit rumah. Jika dibandingkan secara tahunan (year on year) dengan tahun 2024, terjadi pertumbuhan signifikan sebesar 50,98%,” ujar Komisioner BP Tapera.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kementerian Komunikasi dan Digital, Molly Prabawaty, menekankan bahwa peran komunikasi publik sangat krusial dalam mendukung kebijakan pemerintah.

Baca Juga: Permen KUR Perumahan Ditarget Rampung Juli 2025, Menteri PKP: Ini Sejarah Baru

Dia menuturkan, komunikasi bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk persepsi, membangun kepercayaan, dan mendorong partisipasi publik.

“Dibutuhkan narasi bersama yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga mampu menginspirasi. Di tengah tantangan pembangunan digital yang kompleks, kolaborasi antar lembaga menjadi sangat penting,” ujar Molly.

Ia juga mengungkapkan hasil survei yang menunjukkan bahwa meskipun 54% masyarakat mengetahui adanya program pemerintah, hanya 36% yang merasa dapat mengaksesnya.

Sementara itu, survei Kompas mengindikasikan bahwa 66,8% responden menilai komunikasi publik masih perlu ditingkatkan.

“Ini menjadi alarm sekaligus motivasi bagi kita semua untuk lebih inovatif dan responsif. Kita perlu merancang strategi komunikasi yang bukan hanya berfokus pada eksposur satu arah, tetapi benar-benar melibatkan komunikasi dua arah yang partisipatif,” tegas Molly.

Baca Juga: Menteri PKP Serahkan 100 Unit Rumah Subsidi Kepada Debitur KPR FLPP Bank BJB

Pada kesempatan yang sama, Sri Haryati, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP menyampaikan bahwa Program 3 Juta Rumah merupakan langkah strategis pemerintah dalam menjawab kebutuhan akan hunian layak, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Program prioritas yang diusung Presiden Prabowo ini menargetkan pembangunan dan renovasi total 3 juta unit rumah, yang akan didistribusikan secara merata di tiga wilayah utama: 1 juta unit di pedesaan, 1 juta unit di perkotaan, dan 1 juta unit di kawasan pesisir.

Menurut Sri Haryati, pelaksanaan program ini mengedepankan semangat gotong royong melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, para pengembang, serta partisipasi aktif masyarakat secara swadaya.

“Oleh karena itu, saya mengimbau seluruh instansi terkait untuk turut berperan aktif dalam mendukung dan menyosialisasikan program ini, agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata dan luas oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News