
RealEstat.id (Jakarta) – Para pelaku industri properti kian mendorong penerapan inovasi desain gedung tinggi yang mendukung masa depan kawasan perkotaan dan ramah lingkungan.
Pasalnya, peran gedung pencakar langit dapat membentuk arsitektur kota sekaligus berkontribusi kepada masyarakat di masa depan.
Menyadari akan hal itu, Astra Property kembali menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan kota berkelanjutan dengan mendukung penyelenggaraan Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH) 2025 Indonesia Conference.
Acara yang berlangsung beberapa waktu lalu di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, ini merupakan bagian dari program Architalks.
Baca Juga: Gelar Architalks 2025, Astra Property Ajak Pelaku Industri Properti Diskusi TOD Berkelanjutan
Direktur Astra Property, Frans Surjadi mengatakan bahwa konfrensi CTBUH 2025 Indonesia menjadi wadah bagi para pelaku industri properti untuk mengeksplorasi pelbagai inovasi dalam pembangunan gedung pencakar langit berkelanjutan.
“Kami berkomitmen terus menciptakan ruang dialog yang relevan, guna mendukung transformasi arsitektur perkotaan,” ujar Frans Surjadi dalam keterangan resminya, Selasa (15/07/2025).
Frans berujar, kolaborasi Architalks dengan CTBUH ini sejalan dengan nilai-nilai ESG yang dipegang Astra Property.
Baca Juga: Begini Strategi Astra Property Hadapi Tantangan di Tahun 2025
Berbagi Gagasan Inovasi Desain
Lebih dari 20 pembicara lintas disiplin, seperti arsitek, pengembang, kontraktor hingga perencana kota hadir dalam konferensi CTBUH 2025 Indonesia, guna membahas inovasi desain gedung tinggi berkelanjutan.
Forum diskusi ini terdiri dari lima sesi tematik yang membahas strategi, inovasi, serta teknologi dalam pembangunan berkelanjutan gedung tinggi dan kawasan urban.
Salah satu topik dalam ajang CTBUH 2025 adalah ‘Resilient Urban Futures in Indonesia’.
Topik tersebut membahas strategi adaptif dalam merespons tantangan kota masa depan.
Pada sesi ini, Iwan Kurniawan dan Frans Surjadi menyoroti pentingnya kontribusi gedung tinggi terhadap masyarakat dan kemajuan kota.
Baca Juga: Kurang Emisi Karbon, Pemilik Gedung di Jakarta Perlu Lakukan Beberapa Hal Ini
“Sertifikasi hijau bisa diajukan oleh siapa pun, tetapi nilai sebuah gedung terletak pada dampaknya terhadap masyarakat dan kotanya,” ujar Frans.
Konfrensi ini juga menghadirkan arsitek visioner seperti Takamori Yamazaki dari Nikken Sekkei.
Ada pula Satoshi Ohashi dari Zaha Hadid Architects, yang membahas topik ‘Innovative Design for High-Rise Buildings’.
Mereka memaparkan pendekatan inovasi desain untuk menciptakan gedung tinggi yang efisien sekaligus estetis.
“Kami berharap dapat mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan urban masa depan secara inovatif,” tutup Frans.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News